Craniosynostosis adalah kondisi yang bisa dibedakan menjadi empat jenis tergantung dari jenis sutura yang terlibat dalam percepatan penutupan tulang tengkorak.
Penyakit ini merupakan salah satu kecacatan yang muncul dari lahir dan dapat semakin buruk tanpa pengobatan yang kurang memadai. Penyakit ini juga memiliki resiko tinggi menimbulkan kelainan pada mata dan psikologis anak di kemudian hari.
Belum diketahui apa yang menyebabkan craniosynostosis, tetapi kondisi ini diduga terkait dengan faktor genetik dan lingkungan. Craniosynostosis juga diduga dipicu oleh kondisi yang dapat memengaruhi perkembangan tengkorak anak, seperti sindrom Apert, sindrom Pfeiffer, dan sindrom Crouzon.
Risiko bayi menderita craniosynostosis akan lebih tinggi pada wanita yang menderita penyakit tiroid atau menjalani pengobatan penyakit tiroid dalam masa kehamilan. Risiko yang sama juga bisa dialami oleh wanita yang menggunakan obat penyubur kandungan, seperti clomifen, sebelum hamil.
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
