Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terputus atau berkurang, menyebabkan sel-sel otak mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi. Hal ini bisa disebabkan oleh dua kondisi utama: stroke iskemik, di mana pembuluh darah ke otak tersumbat, dan stroke hemoragik, di mana pembuluh darah pecah, menyebabkan perdarahan di otak.
Secara psikis, penderita stroke sulit mengontrol emosi dan mood-nya. Terdapat banyak faktor risiko stroke. Beberapa faktor risiko ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Faktor risiko tersebut adalah riwayat keluarga yang menderita stroke, tekanan darah tinggi, kolesterol, merokok, diabetes dan obesitas. Mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. (termasuk gagal jantung, kelainan jantung, infeksi jantung dan gangguan irama jantung), riwayat stroke atau TIA sebelumnya, mengonsumsi minuman beralkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang, juga merupakan faktor risiko stroke.
Penanganan stroke tergantung pada jenis stroke yang dialami pasien. Tindakan yang dapat dilakukan bisa berupa pemberian obat-obatan atau operasi. Selain itu, untuk mendukung proses pemulihan, penderita akan disarankan untuk menjalani fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi psikologis.
Jika butuh Perawat Lansia silakan klik Hananiaserka.com
