Meski cukup membantu membuat bayi tenang dan tidak rewel, penggunaan dot dalam waktu lama bisa memberikan dampak buruk, salah satunya untuk kesehatan gigi.
Penggunaan dot sering dihubungkan dengan meningginya kejadian infeksi pada bayi karena transmisi mikroorganisme patogen, antara lain timbulnya otitis media, thrush, diare, dan infeksi saluran nafas. Otitis media akut (OMA) adalah salah satu infeksi yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Beberapa faktor risiko untuk OMA telah diidentifikasi.
Mengedot juga dapat memengaruhi pertumbuhan gigi anak dan beresiko menyebabkan gigi anak menjadi tonggos. Saat anak mengedot, otot-otot dalam mulut menekan pipi ke dalam dan lidah ke atas untuk menghisap susu dari botol sehingga tekanan vakum yang dihasilkan oleh gerakan mengedot dapat menyebabkan gigi depan bagian atas dan bawah bergerak ke arah depan yang mempengaruhi tulang rahang bagian atas anak semakin maju kedepan dan mengubah bentuk langit-langit mulut anak.
Jika anak terus-menerus mengedot, langit-langit mulutnya dapat menjadi lebih sempit, ditambah lagi dengan tekanan pipi kedalam akan mempengaruhi tulang rahang dan posisi gigi-gigi semakin menyempit dan menyebabkan gigi menjadi tonggos.
Jika anak sudah terlanjur mengedot, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter gigi anak untuk mengetahui tindakan yang tepat. Pada anak yang terbiasa dengan penggunaan dot yang terlalu lama atau terlalu sering juga dapat menyebabkan masalah gigi lainnya seperti gigi berlubang dan infeksi pada gusi.
Mencari Baby Sitter berpengalaman? Klik Hananiaserka.com
