Hipopigmentasi pascainflamasi merupakan suatu kondisi hilangnya pigmentasi kulit akibat inflamasi, seperti tinea versikolor, dermatitis atopik, pitiriasis alba, psoriasis, atau trauma. Hilangnya pigmen kulit ini dapat parsial atau total, tergantung derajat beratnya inflamasi.
Penyebab umum dari hipopigmentasi adalah riwayat kerusakan pada jaringan kulit, seperti infeksi kulit, lecet, luka bakar, hingga trauma lain pada kulit. Namun, kelainan genetik juga mungkin menyebabkan hipopigmentasi.
Ada berbagai penyebab seseorang mengalami hipopigmentasi, seperti:
- Cedera atau Trauma.
- Tingkat Tirosin Rendah.
- Kerusakan Melanosit.
- Reaksi Inflamasi.
Hipopigmentasi juga dapat disebabkan oleh produksi jamur berlebih pada kulit yang disebut malassezia furfur (yang menyebabkan kondisi panu) serta vitiligo yang merupakan kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel pembuat pigmen.
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
