Infeksi hepatitis B pada dewasa umumnya merupakan kasus hepatitis akut dan jarang menyebabkan komplikasi. Kasus hepatitis B kronis biasa disebabkan oleh infeksi pada usia muda, maupun pada kasus hepatitis neonatal.
Hepatitis B yang berlangsung kronis dapat berkembang menjadi fibrosis hati atau sirosis hati yang ditandai dengan adanya jaringan luka pada organ hati, sehingga fungsi hati tidak dapat berjalan secara optimal dan dapat terjadi gejala gagal hati, seperti ikterus (penyakit kuning), bengkak pada kedua tungkai, cairan di perut (asites), dan gangguan kesadaran.
Penyebab hepatitis B adalah virus hepatitis B (HBV). Penularannya dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita hepatitis B, termasuk darah, urine, air mani, dan cairan vagina. Kontak yang menyebabkan penularan hepatitis B ini terjadi melalui beberapa cara berikut ini:
- Penularan dari ibu ke bayi saat kehamilan (penularan vertikal).
- Transfusi darah, menggunakan jarum suntik yang tercemar, atau menggunakan alat-alat seperti pisau cukur yang sama dengan penderita
- Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi.
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
