Konjungtivitis bakteri diatasi dengan antibiotik, sedangkan konjungtivitis alergi diatasi dengan obat antialergi. Sementara konjungtivitis virus tidak memerlukan pengobatan khusus karena akan sembuh dengan sendirinya. Namun, dokter dapat memberikan obat tetes mata untuk meredakan gejala.
Dokter bisa dengan mudah mendiagnosis konjungtivitis melalui pemeriksaan mata. Namun, bila diduga terdapat infeksi serius, maka dokter akan melakukan pengambilan sampel cairan mata guna keperluan analisis laboratorium secara tepat dan akurat.
Penanganan pada gangguan mata ini tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa cara pengobatannya:
- Konjungtivitis alergi dapat ditangani dengan pemberian vasokonstriktor, antihistamin, dan tetes mata steroid. Cara ini dapat membantu untuk mengatasi rasa gatal dan bengkak.
- Untuk konjungtivitis virus, dokter tidak akan memberikan antibiotik, karena biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai tiga minggu. Untuk menimbulkan rasa lebih nyaman, tempelkan kain basah yang sejuk di mata.
- Konjungtivitis bakterial bisa diatasi dengan pemberian obat tetes mata atau salep antibiotik. Namun, jika konjungtivitis disebabkan oleh gonorrhea atau klamidia, diperlukan antibiotik oral.
Jika butuh Perawat Lansia silakan klik Hananiaserka.com
