Hubungan seksual adalah cara penyebaran penyakit kelamin yang paling umum. Penggunaan kondom saat berhubungan seksual menjadi upaya untuk mengurangi risiko penularan penyakit sifilis. Terutama bagi mereka yang aktif secara seksual dan sering bergonta-ganti pasangan. Jenis kondom berbahan lateks yang banyak direkomendasikan, karena dianggap cukup kuat dan tidak mudah robek.
Sifilis juga bisa dicegah dengan membatasi konsumsi minuman beralkohol dan tidak menyalahgunakan NAPZA. Hal ini karena alkohol dan NAPZA dapat menurunkan kesadaran dan membuat seeseorang menjadi agresif atau impulsif. Akibatnya, risiko untuk berhubungan seksual dengan cara yang tidak aman akan meningkat.
Selalu melakukan skrining pada pasangan yang akan menikah dan ibu hamil. Bagi ibu hamil penderita sifilis, diharapkan segera mengkonsultasikan kondisi janin kepada dokter agar bayi dalam kandungan mendapatkan pengobatan untuk menurunkan kemungkinan terinfeksi.
Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, sifilis dapat merusak otak, jantung, dan organ lain. Pada ibu hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal, bahkan kematian pada bayi. Oleh karena itu, kondisi ini perlu didiagnosis dan diobati sedini mungkin.
Banyak pembantu pengalaman di Hananiaserka.com
