Kelainan kongenital atau kelainan bawaan sejak lahir merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada bayi. Kelainan ini disebabkan oleh gangguan pada perkembangan janin dalam kandungan. Kelainan kongenital dapat memengaruhi kualitas hidup bayi dan keluarganya, dalam beberapa kasus memerlukan perawatan yang intensif.
Kelainan kongenital dapat terjadi dalam setiap fase kehamilan. Namun, sebagian besar kasus kelainan bawaan terjadi pada trimester pertama kehamilan, yaitu saat organ tubuh janin baru mulai terbentuk. Kelainan ini bisa terdeteksi pada masa kehamilan, saat bayi dilahirkan, atau selama masa tumbuh kembang anak.
Kelainan kongenital atau dikenal juga dengan cacat bawaan lahir, merujuk pada abnormalitas struktur atau fungsi tubuh yang ada sejak lahir atau terjadi selama masa perkembangan janin di dalam kandungan.
Meskipun penyebab pasti dari banyak kelainan kongenital masih belum diketahui, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi:
- Faktor Genetik: Risiko kelainan kongenital meningkat jika salah satu orang tua memiliki gen yang berkaitan dengan kelainan tersebut. Kelainan kongenital juga lebih sering terjadi pada anak-anak dari pasangan yang memiliki hubungan darah.
- Kekurangan Asam Folat: Kekurangan asam folat selama kehamilan dapat menyebabkan spina bifida, di mana selubung saraf janin tidak menutup dengan sempurna.
- Kondisi Sosio-ekonomi: Lebih dari 90% kasus kelainan kongenital terjadi di kalangan dengan kondisi sosio-ekonomi rendah.
- Paparan Alkohol dan Rokok: Konsumsi alkohol dan paparan rokok selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan janin.
- Infeksi: Infeksi seperti sifilis, rubella, dan toksoplasma pada ibu hamil dapat menyebabkan kelainan kongenital.
Mencari Baby Sitter berpengalaman? Klik Hananiaserka.com
