Gejala awal stroke dapat menyerang siapa saja dan dapat dikenali walau terkadang penderitanya merasa tidak sadar bahwa ia sedang mengalaminya. Bagaimanapun, jika gejala tersebut tidak kunjung hilang, maka perlu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan dan diagnosis dokter akan menentukan tindakan yang tepat untuk stroke yang dialami.
Stroke terbagi menjadi dua jenis, bila mengacu pada sebabnya, yaitu stoke hemoragik dan stroke iskemik.
- Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di bagian otak mengalami kebocoran atau pecah. Biasanya kebocoran ini disebabkan karena pembuluh darah sudah dalam kondisi rentan sehingga tidak dapat mengalirkan darah ke otak lagi. Stroke hemoragik bisa menyebabkan seseorang mengalami koma, bahkan kematian jika perdarahan tersebut tidak segera dihentikan. Perdarahan hemoragik terdiri dari dua jenis, yaitu pendarahan intraseberal dan subarachnoid.
- Stroke iskemik atau ischemic stroke merupakan stroke yang terjadi saat sebuah pembuluh darah yang berfungsi menyuplai darah ke otak mengalami penyumbatan karena adanya pembekuan darah. Plak yang menumpuk di pembuluh arteri membuat pembuluh darah tersebut menjadi menyempit, sehingga membuat aliran darah menjadi melambat.
Nah, itulah jenis-jenis stroke yang penting kamu cermati. Bagi kamu yang khawatir akan dampak stroke, jangan khawatir. Stroke bisa kamu hindari dengan menjaga gaya hidup menjadi lebih sehat.
Mencari Perawat Lansia berpengalaman? Klik Hananiaserka.com
