You are currently viewing Gejala Nekrolisis Epidermal Toksik
  • Reading time:1 min read

Gejala Nekrolisis Epidermal Toksik

Nekrolisis epidermal toksik bisa dialami siapa saja secara tidak terduga, meski gangguan kulit ini lebih banyak dialami oleh wanita dan orang-orang pada kelompok usia 40–60 tahun. Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) juga masih sejenis dengan Sindrom Steven-Johnson (SSJ), hanya saja tingkat keparahan kerusakan kulit yang bisa ditimbulkan berbeda. NET bisa menyebabkan kerusakan kulit yang lebih berat daripada SSJ.

Gejala nekrolisis epidermal toksik umumnya diawali dengan gejala yang menyerupai infeksi saluran pernapasan bagian atas atau flu. Gejala ini bisa bertahan selama 1 hari hingga 3 minggu. Beberapa gejala tersebut adalah: demam melebihi 38 derajat Celcius, kelelahan, sakit tenggorokan, pilek dan batuk, dan nyeri otot dan sendi.

Tak lama setelah gejala tersebut muncul, umumnya akan muncul lesi di mulut seperti sariawan yang terasa sangat nyeri atau terasa seperti terbakar. Selain itu, mata yang awalnya hanya terlihat merah, mulai terasa kering dan penglihatan bisa jadi mulai kabur karena gangguan pada kornea mata.

Bila dokter menduga adanya Nekrolisis Epidermal Toksik (NET), maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan wawancara lengkap khususnya terkait riwayat konsumsi obat-obatan sebelumnya. Selanjutnya pemeriksaan darah dan pemeriksaan rontgen dibutuhkan untuk menilai komplikasi yang terjadi akibat NET.

⁠Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com