You are currently viewing Gejala Ketuban Pecah Dini
  • Reading time:1 min read

Gejala Ketuban Pecah Dini

Ketuban pecah dini adalah kondisi robeknya kantung ketuban sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Kantung ketuban adalah kantung yang membungkus bayi sehingga robeknya kantung ini membuat cairan ketuban (cairan amnion) keluar melalui vagina.

Ketuban pecah dini ditandai dengan keluarnya air ketuban melalui vagina. Air yang keluar ini dapat mengalir secara perlahan atau deras. Berbeda dengan urine, bocornya air ketuban tidak dapat ditahan sehingga akan tetap mengalir keluar.

Gejala utama dari kondisi ini adalah keluarnya cairan dari vagina, baik dalam jumlah banyak secara tiba-tiba maupun merembes sedikit demi sedikit. Cairan ketuban biasanya tidak berwarna atau bening ke arah keruh dan tidak berbau pesing seperti urin. Ibu hamil sering kali tidak dapat menahan keluarnya cairan ini meskipun sudah mencoba mengencangkan otot panggul.

Ketuban pecah dini terjadi pada 3 persen kehamilan. Sepertiga kelahiran prematur disebabkan oleh atau terkait dengan ketuban pecah dini. Masalah ini juga terkait dengan komplikasi lain seperti paru-paru bayi yang tidak berkembang normal, bayi terlilit tali pusar, hingga kematian janin. Karena itu, dalam persiapan melahirkan, ibu dan keluarga mesti memahami soal ketuban pecah dini agar tahu apa tindakan yang harus diambil ketika mengalami hal tersebut.

Mencari ART berpengalaman? Klik Hananiaserka.com