Meski umumnya acne vulgaris hanya bersifat sementara, tetapi sering kali meninggalkan bekas luka yang terlihat jelas pada kulit. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan beberapa perawatan wajah, seperti PRP, peeling, mikrodermabrasi, dan suntik filler. Namun, sebelum mencoba beberapa perawatan wajah di atas, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu guna mendapatkan perawatan yang sesuai dengan tingkat keparahan bekas jerawat Anda.
Jerawat dapat timbul akibat beberapa faktor, seperti hiperproliferasi epidermis serta sumbatan folikel, produksi sebum berlebih, aktivitas bakteri komensal Cutibacterium acnes, dan inflamasi. Faktor genetik juga berperan dalam patofisiologi jerawat.
Ciri ciri jerawat adalah munculnya beberapa gejala umum, seperti: Benjolan berwarna kemerahan atau kuning (karena mengandung nanah). Benjolan kecil (papul) yang muncul di atas kulit.
Jika jerawat dibiarkan begitu saja dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat, jerawat tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, mengurangi rasa percaya diri, serta memicu timbulnya komplikasi kulit yang lebih parah. Komplikasi akibat jerawat yang tidak ditangani biasanya berupa timbulnya bekas kehitaman, bopeng atau scar acne, depresi, hingga beberapa kasus dapat terjadi keloid.
Mencari ART berpengalaman? Klik Hananiaserka.com
