Testosteron memiliki beberapa peran penting dalam tubuh pria, khususnya berkaitan dengan perkembangan sistem reproduksi. Beberapa pakar kesehatan merekomendasikan pemantauan kadar hormon testosteron tiap 5 tahun, dimulai sejak pria berusia 35 tahun. Jika diketahui memiliki kadar hormon yang terlalu sedikit atau mengalami gejala rendahnya kadar hormon testosteron, dokter mungkin akan menganjurkan terapi hormon.
Produksi testosteron yang meningkat selama masa pubertas akan mematangkan fungsi penis dan testis sebagai bagian dari organ reproduksi pria.
Testosteron juga berperan membantu proses pembuatan sperma atau tahap pembelahan sel-sel germinal yang membentuk sperma. Jumlah sperma yang diproduksi pun berkaitan dengan kadar testosteron milik seorang pria.
Hormon testosteron juga berfungsi untuk membentuk tulang dan otot pada pria. Hormon ini dapat mempengaruhi kulit hingga pembesaran dada pria. Biasanya pria yang kekurangan hormone testosteron akan lebih rentan untuk mengalami patah tulang atau masalah dengan kekuatan otot.
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
