Remaja putri sedang tumbuh “cepat” dan aktifitasnya meningkat, sehingga kebutuhan zat gizi, termasuk zat gizi Besi dan zat gizi lainnya juga meningkat. Remaja putri yang sudah mengalami haid akan kehilangan darah setiap bulan sehingga membutuhkan zat besi lebih banyak dibanding remaja putra.
Agar konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dapat lebih efektif untuk mencegah anemia : Harus disertai dengan penerapan asupan makanan bergizi seimbang, cukup protein dan kaya zat besi. Minum TTD dengan air putih. konsumsi buah-buahan sumber vitamin C (jeruk, pepaya, mangga, jambu biji, dll) untuk meningkatkan penyerapan TTD lebih efektif.
Ada berbagai jenis makanan penambah darah yang kaya akan zat besi, mulai dari sayuran hijau, aneka daging, hingga biji-bijian. Zat besi sendiri merupakan mineral yang berperan penting dalam proses pembentukan hemoglobin di sel darah merah.
Remaja putri dikatakan anemia jika kadar Hb <12gr/dL. Deteksi dini anemia perlu dilakukan untuk mengurangi dampak anemia seperti penurunan kekebalan tubuh, konsentrasi, prestasi dan produktivitas, yang ditandai dengan 5L (lemah, letih, lesu, lelah, lalai), mudah mengantuk, sulit konsentrasi, sering pusing, mata berkunang-kunang, pucat pada wajah, kelopak mata, bibir, kulit, kuku dan telapak tangan. Remaja putri yang anemia beresiko menjadi calon ibu yang anemia. Ibu yang anemia beresiko tinggi mengalami kematian ibu melahirkan, bayi prematur, Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
Dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia, sehingga terciptanya generasi muda dan generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal.
Banyak pembantu pengalaman di Hananiaserka.com
