Banyak terkait bayi yang bisa membuat orang tua cemas. Salah satunya adalah soal pola buang air besar (BAB). Berbeda dengan orang dewasa, BAB bayi dapat berubah-ubah, baik dalam hal frekuensi maupun konsistensinya. Salah satu yang sering terjadi pada bayi adalah BAB berbusa.
Keseimbangan pasokan foremilk dan hindmilk ini sangat penting untuk bayi. Saat bayi mendapatkan keduanya secara seimbang, maka biasanya tekstur BAB akan menjadi lebih padat dan tidak lagi berbusa. Foremilk adalah cairan ASI yang keluar terlebih dulu selama beberapa menit setelah si Kecil mulai menyusu. Sementara itu, hindmilk adalah cairan ASI yang keluar selanjutnya.
Untuk mencegah tekstur tinja bayi berbusa, solusinya adalah dengan membiarkan bayi menyusu pada salah satu payudara setidaknya 5-10 menit sebelum beralih ke payudara yang lain. Bunda juga bisa memulai proses menyusui pada sisi payudara yang terakhir diisap Si Kecil. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa ia menerima cukup hindmilk, sehingga akan mengurangi busa pada BAB-nya.
Untuk mengatasi BAB berbusa pada bayi yang diberi susu formula, gantilah susunya dengan susu formula yang bertuliskan hypoallergenic.
Banyak pembantu pengalaman di Hananiaserka.com
