Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga.
Ibu rumah tangga harus mengorbankan waktu dan kebutuhan pribadi mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam banyak kasus, mereka harus menunda atau bahkan mengorbankan keinginan dan ambisi pribadi demi kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga.
Meskipun memilih untuk berada di rumah menjadi Ibu rumah tangga, bukan berarti hal ini sepenuhnya menyenangkan dan mudah. Kebanyakan orang berpikir menjadi ibu rumah tangga berarti Bunda dapat menjalani kehidupan mewah tanpa boss dan tekanan lainnya di tempat kerja. . Ibu rumah tangga juga merupakan sebuah pekerjaan yang bisa menyebabkan stres.
Saat kita sebagai perempuan memilih untuk menjadi fulltime mom, maka saat itu juga kita harus berani menerima bahwa akan ada beberapa hal besar yang hilang atau bergeser. Mungkin kita harus menerima bahwa kita akan meninggalkan pekerjaan kita, meninggalkan gaya hidup yang tidak lagi sebebas dulu, bahkan kita akan kehilangan circle atau teman-teman dalam kehidupan kita. Hal itu yang akan menjadikan seorang ibu rumah tangga menjadi tidak percaya diri atau insecure terhadap dunia luar. Akan tetapi, menjadi ibu rumah tangga bukan hal yang buruk, bukan suatu pilihan yang salah, bukan pula alasan untuk kita berhenti produktif dan merasa insecure.
Tak hanya mengurus buah hatinya saja, seorang ibu rumah tangga juga mengurus pekerjaan-pekerjaan domestik yang tak bisa dikatakan ringan. Jika pekerjaan itu sudah terlalu berat dan tanpa diimbangi dengan hiburan untuk merilekskan tubuh dan pikiran, maka depresi pun bisa hadir kapan saja.
Mencari ART berpengalaman? Klik Hananiaserka.com
