Pubalgia adalah cedera pada otot, tendon, atau ligamen di sekitar tulang pubis, area pertemuan antara otot perut bagian bawah (rectus abdominis dan obliques) dengan otot paha bagian dalam (adductor longus). Pubalgia dapat dialami oleh atlet maupun non-atlet, tetapi risikonya lebih tinggi pada olahraga yang melibatkan sprint, rotasi, dan perubahan arah cepat seperti sepak bola, rugby, hoki, dan atletik.
Pubalgia tidak muncul begitu saja. Cedera ini berkaitan erat dengan kebiasaan aktivitas fisik yang dilakukan secara repetitif. Atlet sepak bola, futsal, atau hoki berada pada kelompok dengan risiko tinggi karena banyak melakukan gerakan memutar secara eksplosif. Selain itu, ketidakseimbangan kekuatan antara otot perut dan paha dalam menjadi pemicu utama.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko pubalgia antara lain:
- Fleksibilitas pinggul yang terbatas
- Latihan intensitas tinggi tanpa waktu pemulihan yang cukup
- Postur panggul yang kurang ideal, seperti anterior pelvic tilt
- Ketidakseimbangan kekuatan antara otot inti dan otot paha bagian dalam
- Olahraga dengan gerakan cepat dan perubahan arah mendadak, seperti sepak bola, futsal, rugby, hoki, dan atletik
- Riwayat cedera selangkangan sebelumnya
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
