Alzheimer adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang paling umum menyebabkan demensia. Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada sel-sel otak yang menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, seperti ingatan, berpikir, dan berperilaku.
Risiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia. Saat menginjak usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko sebesar lima persen akan mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahunnya. Sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, tetapi sejarah membuktikan bahwa penyakit ini pertama kali dikenali pada seorang wanita dengan usia awal 50-an.
Meski berkembang lambat, penyakit ini seiring waktu bisa merusak jaringan otak. Bahkan, pada beberapa kasus dapat berujung dengan kematian karena menimbulkan komplikasi. Banyak yang mengira bahwa penyakit ini sama dengan demensia. Namun, perlu diketahui bahwa keduanya memang berkaitan, tapi merupakan hal yang berbeda.
Mencari pembantu dan baby sitter sudah bisa online. Klik Hananiaserka.com
