Kudis adalah penyakit kulit yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan jika tidak ditangani. Namun, dengan pengobatan yang tepat dan pencegahan yang baik, kudis bisa diatasi dan dicegah penyebarannya.
Penyebab utama kudis adalah infestasi dari tungau Sarcoptes scabiei, yang masuk ke kulit dan bertelur. Setiap tungau ini mengeluarkan air liur, telur, serta kotoran yang memicu respons imun tubuh, menghasilkan rasa gatal dan peradangan.
Sarcoptes betina yang berada di lapisan kulit akan membuat terowongan ke dalam lapisan kulit. Di dalam terowongan inilah Sarcoptes betina bertelur. Dalam waktu singkat telur tersebut menetas menjadi hypopi, yakni sarcoptes muda. Akibat terowongan yang digali Sarcoptes betina dan hypopi yang memakan sel-sel di lapisan kulit itu, penderita mengalami rasa gatal. Penyakit ini menyebar dengan cepat melalui kontak fisik langsung atau berbagi barang pribadi seperti pakaian dan tempat tidur.
Seseorang lebih berisiko terkena kudis bila:
- Berbagi handuk
- Malnutrisi
- Tinggal di tempat dengan kondisi terlalu padat
- Praktik higiene yang buruk
- Berbagi pakaian
- Tidur bersama orang yang terkena kudis
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
