Pengobatan impetigo akan disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahannya. Apabila infeksi hanya terjadi pada satu area tubuh dan belum menyebar atau pada kasus impetigo non-bulosa, biasanya dokter akan memberikan krim/salep antibiotik selama lima hari.
Infeksi lebih mudah menular jika ada luka terbuka, seperti luka goresan, gigitan serangga, atau cedera akibat terjatuh. Luka tersebut menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Impetigo juga dapat muncul akibat kelainan kulit lainnya, seperti eksim atopik atau kudis.
Sebelum mengoleskan krim/salep antibiotik, luka sebaiknya direndam atau dikompres dengan air hangat untuk melunakkan koreng.
Apabila impetigo semakin parah dan mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya, dokter akan meresepkan antibiotik dalam bentuk tablet, seperti clindamycin atau obat antibiotik golongan sefalosporin.
Kecuali terdapat resistensi antibiotik, maka pemberian obat akan disesuaikan dengan hasil uji resistensi.
Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan terhadap sampel cairan dari luka di kulit. Tujuannya adalah untuk mendeteksi jenis bakteri yang menyebabkan impetigo dan menentukan pengobatan yang tepat.
Jika butuh Perawat Lansia silakan klik Hananiaserka.com
