You are currently viewing Gejala Alopesia Areata
  • Reading time:1 min read

Gejala Alopesia Areata

Alopecia adalah istilah medis untuk rambut rontok. Salah satu jenisnya adalah alopecia areata. Ini adalah penyakit autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat pada tubuh sendiri. Penyakit ini menyerang folikel rambut.

Alopecia areata bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, alopecia areata umumnya terjadi sebelum penderitanya berusia 30 tahun. Kondisi ini juga paling sering memengaruhi rambut yang ada di kulit kepala.

Alopecia areata dapat menyerang segala usia, tetapi lebih sering dialami oleh anak-anak, remaja, atau dewasa muda. Kondisi ini dapat menyebabkan kebotakan atau kerontokan rambut di beberapa bagian tubuh, seperti di kulit kepala, alis, bulu mata, bulu hidung, ketiak, kemaluan, kumis, atau janggut.

Gejala yang ditimbulkan dari alopecia dapat berbeda-beda, tergantung dari jenis dan penyebab kerontokan itu sendiri. Namun umumnya,  gejala utama alopecia adalah kerontokan atau kebotakan rambut, termasuk kulit kepala, rambut wajah, bulu mata, dan rambut di area tubuh lain.

Umumnya, rambut yang rontok pada penderita alopecia areata bisa tumbuh kembali dengan sendirinya. Namun, pada sebagian penderita, kebotakan dapat berlangsung permanen sehingga rambut tidak tumbuh kembali.

Mencari ART berpengalaman? Klik Hananiaserka.com