Jika tidak segera ditangani, stasis dermatitis dapat menyebabkan infeksi dan komplikasi serius. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang berkelanjutan untuk membantu menghindari infeksi dan komplikasi lainnya.
Untuk meringankan beberapa gejala stasis dermatitis, seperti nyeri, gatal, ruam, bengkak, atau infeksi, dokter akan meresepkan beberapa obat. Obat-obatan yang diresepkan oleh dokter antara lain adalah kortikosteroid, antihistamin, dan antibiotik.
Pengobatan bertujuan untuk mengendalikan setiap gejala yang mengganggu. Maka dari itu, jenis pengobatan yang direkomendasikan dapat berbeda-beda sesuai dengan gejala yang dialami masing-masing penderita.
Untuk dermatitis yang aktif, kompres yang menyejukkan (misalnya bantalan yang direndam dalam air dingin), bisa membuat kulit terasa lebih baik dan bisa membantu mencegah infeksi. Jika keadaannya memburuk, bisa digunakan perban yang lebih menyerap. Bisa juga diberikan krim kortikosteroid yang sering dikombinasikan dengan pasta zinc oksida.
Pengobatan dermatitis stasis meliputi identifikasi dan perawatan penyebabnya, begitu juga dengan mengendalikan berbagai gejala. Dokter umumnya akan mendiagnosis kondisi kulit ini lewat pemeriksaan kulit, tetapi bisa juga membutuhkan tes untuk memeriksa aliran darah dan untuk membantu mengidentifikasi akar masalah dari buruknya sirkulasi.
Jika butuh Perawat Lansia silakan klik Hananiaserka.com
