Sebagian besar jamur berkembangbiak melalui spora yang tersebar di udara. Itulah sebabnya, infeksi jamur paling sering menyerang bagian luar tubuh manusia, seperti kulit dan kuku. Orang-orang yang aktif bergerak dan berkeringat berisiko tinggi terkena infeksi jamur kulit, terlebih jika mereka tidak menjaga kebersihan diri.
Infeksi jamur bisa terjadi pada siapa, namun kamu akan lebih berisiko jika memiliki sistem imun yang lemah atau baru mengalami luka-luka.
Infeksi jamur kulit terjadi ketika jamur berkembang biak dengan cepat di kulit manusia. Jenis jamur yang paling sering menginfeksi kulit adalah Candida, Dermatophyta, dan Malassezia. Pada infeksi jamur kulit yang menular, penularan dapat terjadi jika: Bersentuhan atau melakukan kontak langsung dengan penderita infeksi.
Jenis Infeksi Jamur Kulit:
- Jamur kuku (tinea unguium)
- Kurap (tinea)
- Kandidiasis
- Panu (tinea versicolor)
Meski bukan kondisi yang serius, seseorang yang mengalami gejala infeksi jamur kulit perlu memeriksakan dirinya ke dokter, terutama jika memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Hal ini untuk mencegah penyebaran jamur ke bagian tubuh lain.
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
