Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum tanpa disertai tanda-tanda melahirkan. Disebut pecah dini karena umumnya ketuban baru akan mulai pecah begitu muncul tanda-tanda melahirkan, seperti kontraksi.
Ketuban pecah dini berkaitan dengan penyulit yang berdampak buruk terhadap kesehatan dan kesejahteraan maternal maupun terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin Intrauterin, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan masalah kesehatan.
Belum diketahui apa yang menyebabkan ketuban pecah dini. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ketuban pecah dini, yaitu:
- Riwayat operasi atau biopsi pada leher rahim
- Berat badan yang kurang atau kekurangan gizi pada ibu hamil
- Infeksi pada rahim, mulut rahim, atau vagina
- Riwayat ketuban pecah dini pada kehamilan sebelumnya
- Jarak antarkehamilan yang kurang dari 6 bulan
- Perdarahan melalui vagina pada trimester kedua dan ketiga kehamilan
- Pernah melahirkan bayi prematur
- Hamil anak kembar
- Kebiasaan merokok atau menggunakan NAPZA pada saat hamil
- Peregangan yang berlebihan pada kantung ketuban akibat air ketuban terlalu banyak (polihidramnion)
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
