Penyakit seks menular seperti sifilis alias raja singa biasanya sangat rentan terjadi pada orang yang melakukan hubungan intim secara tidak aman atau gonta-ganti pasangan.
Penyakit ini dapat mengenai ibu hamil, bisa tanpa gejala dan biasanya baru diketahui saat pemeriksaan laboratorium saat pemeriksaan kehamilan rutin. Ibu hamil dengan sifilis dapat menularkan penyakit ini ke janin melalui plasenta ke tubuh janin, terutama jika penyakit ini tidak ditangani dan terjadi pada usia kehamilan 14 – 27 minggu. Infeksi sifilis yang terjadi sejak dalam kandungan dapat melahirkan bayi dengan sifilis yang disebut sifilis kongenital.
Pada bayi baru lahir, jika dicurigai adanya infeksi sifilis, pemeriksaan darah untuk mendeteksi sifilis dapat dilakukan melalui plasenta disertai dengan pemeriksaan fisik bayi terhadap adanya gejala pada organ tubuh. Pemeriksaan pada bayi juga meliputi rontgen pada tulang, pemeriksaan mata, dan pemeriksaan darah.
Mencari pembantu dan baby sitter sudah bisa online. Klik Hananiaserka.com
