Memelihara hewan di rumah merupakan kebiasaan yang sudah mengakar di tengah masyarakat. Umumnya, hewan peliharaan seperti kucing, anjing, ikan hias, dan burung menjadi pilihan karena sifatnya yang jinak dan mudah beradaptasi dengan lingkungan manusia.
Secara umum, beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda memiliki hewan peliharaan sebelum hamil adalah risiko penularan infeksi tertentu dari hewan ke manusia (zoonosis), terutama jika hewan peliharaan Anda adalah kucing, anjing, atau hewan pengerat. Salah satu infeksi yang sering dikhawatirkan adalah toksoplasmosis, yang bisa didapatkan dari kotoran kucing. Selain itu, gigitan, cakaran, atau paparan bulu hewan juga bisa memicu alergi atau infeksi lain.
Kontak dengan hewan peliharaan bisa menyebabkan iritasi kulit, yang kemudian bisa memicu infeksi jika tidak ditangani dengan benar. Anak-anak yang disunat memiliki risiko iritasi yang lebih rendah di area genital, sehingga risiko infeksi dari bakteri atau patogen yang dibawa oleh hewan peliharaan juga berkurang.
Selain itu, ada juga risiko sanitasi terkait kepemilikan hewan peliharaan. Hewan dapat membawa pasit yang dapat ditransfer ke manusia. Seperti kucing yang membawa parasit toxoplasma gondii. Parasit ini bisa masuk ke otak kita dan menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai toxoplasmosis. Kondisi ini sangat rentan bagi kita yang memiliki masalah pada sitem kekebalan tubuh.
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
