Berbeda dari orang dewasa, sistem pencernaan bayi belum berkembang secara sempurna. Oleh karena itu, bayi lebih rentan mengalami gangguan pencernaan hingga menyebabkan perubahan pada tinja. Bahkan, bayi juga bisa mengalami BAB atau pup yang berbusa.
BAB bayi berbusa bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan asupan foremilk dan hindmilk. ASI terdiri dari dua bagian, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI yang keluar lebih dahulu selama beberapa menit, saat bayi mulai menyusu. Foremilk biasanya keluar di hari-hari awal menyusui dan lalu digantikan dengan hindmilk yang lebih kaya lemak. Lemak hindmilk membantu mencerna ASI lebih lama pada saluran pencernaan.
BAB berbusa umumnya menandakan bahwa bayi belum bisa mencerna laktosa (gula dalam ASI) dengan baik. Hal ini wajar terjadi pada bayi baru lahir yang baru mulai minum ASI. Pup bayi berwarna hijau dan berbusa bisa disebabkan asupan laktosa terlalu banyak. Di dalam usus, laktosa ASI dicerna dengan sangat cepat sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk.
Banyak kandidat pembantu dan baby sitter yang bisa dipilih di Hananiaserka.com
