Presbikusis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan hilangnya pendengaran secara bertahap pada kedua telinga seiring bertambahnya usia. Fenomena ini umum terjadi, di mana satu dari tiga orang dewasa berusia di atas 65 tahun mengalami gangguan pendengaran pada tingkat tertentu. Seiring bertambahnya usia, angka kejadiannya pun meningkat hingga mempengaruhi hampir separuh populasi berusia 75 tahun ke atas.
Untuk meringankan kondisinya dalam aktivitas sehari-hari, penderita presbikusis sendiri dapat melakukan beberapa pendekatan. Salah satunya memberi tahu orang-orang terdekat mengenai kondisi pendengarannya sekaligus meminta orang-orang untuk berbicara lebih keras dan lebih jelas ketika berada di sekitarnya dan juga meminta orang lain menghadap penderita selama percakapan untuk dapat membaca ekspresi wajah dan gerakan bibir. Selain itu, mematikan atau mengurangi kebisingan sekitar saat sedang berbicara juga dapat membantu penderita untuk fokus terhadap pembicaraan.
Dalam mengobati presbikusis biasa tergantung lagi dari penyebab mendasar dan tingkat keparahan pasien saat ini. Untuk langkah-langkah pengobatannya biasa dimulai dari pembersihan kotoran telinga dengan cara melunakkan kotoran tersebut dengan menggunakan cairan tertentu kemudian dikorek atau disedot dan untuk beberapa kondisi seperti kehilangan pendengaran akibat cedera atau infeksi pada telinga, dan kondisi berat lainnya bisa disarankan untuk tindakan pembedahan seperti dimasukkan alat untuk mengeringkan telinga dalam, dan bahkan memasukkan implant koklea berguna membuat suara lebih kencang tapi tidak dapat mengembalikan fungsi pendengaran ke keadaan semula.
Selain itu ada beberapa teknik dalam meningkatkan kualitas hidup penderita presbikusis seperti alat bantu dengar yang dipasang di belakang telinga ataupun yang dipasang di dalam saluran telinga dan terapi membaca gerak bibir ini juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah pendengaran ketika berbicara dengan orang lain.
Jika butuh Perawat Lansia silakan klik Hananiaserka.com
